Ribuan Perempuan Menari Penthul Tembem, Gunungkidul Catatkan Rekor MURI

Edi Padmo
0



Budaya(lain-sisi.com) – Ribuan perempuan dari berbagai elemen masyarakat Gunungkidul,  memecahkan rekor MURI dengan menari bersama senam kreasi penthul tembem. 

Acara meriah berlangsung di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran pada Jumat (10/7/2026). Agenda ini sebagai bagian dari perayaan Geopark Night Spekta ke-8

"Awalnya ditargetkan diikuti oleh 1.500 peserta, hasil verifikasi akhir oleh tim MURI menunjukkan angka yang lebih tinggi, yakni sebanyak 1.588 peserta perempuan," terang Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih di sela acara, Jumat (10/2026)

Bupati melanjutkan, karena  dinilai berhasil mengangkat budaya lokal secara masif, ketua umum MURI mengukuhkan prestasi ini bukan sekadar rekor nasional, melainkan sebagai rekor dunia.

Menurut Endah, agenda ini juga merupakan wujud nyata dari strategi sport tourism yang sedang digalakkan di Gunungkidul. Karakter Penthul Tembem sendiri dipilih karena melambangkan keceriaan dan kesederhanaan, yang kemudian dikemas secara kreatif menjadi senam kebugaran tanpa meninggalkan nilai tradisi

"Hari ini kita membuktikan bahwa kita mampu berdiri tegak dan bangga dengan budaya asli bumi pertiwi Handayani. Kita sedang mempraktikkan Trisakti Bung Karno, yaitu berkepribadian di bidang kebudayaan,” ujar Bupati Endah. 


Peserta senam terdiri dari berbagai unsur masyarakat, diantaranya 102 orang dari Perwosi Kabupaten, 900 orang dari Perwosi 18 Kapanewon se-Kabupaten Gunungkidul, 504 orang dari IGTKI dan Himpaudi, 24 personel Polwan Polres Gunungkidul, 30 orang dari Komunitas Kalurahan Bobung/Relawan Bobung, 14 orang dari Omah Trengguli.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada para pengrajin topeng dari Bobung, Patuk, yang menjadi pusat pembuatan topeng Penthul Tembem tersebut.

Selain pemberian piagam rekor dunia, momentum ini juga ditandai dengan penguatan aspek hukum kekayaan intelektual. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menerima Surat Pencatatan Ciptaan Topeng Penthul Tembem dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DIY. 
Selain itu, Mariana Subianti selaku koreografer senam juga menerima surat pencatatan ciptaan untuk gerakan senam kreasi tersebut. 

"Untuk memastikan bahwa karya budaya asli Gunungkidul tersebut memiliki perlindungan hukum yang kuat," terang Bupati 

Di tengah semangat olahraga dan budaya, Bupati Endah juga menyelipkan pesan penting mengenai tata kelola pemerintahan. Ia meluncurkan semboyan "Memetri Warisan Bumi Gunungkidul Handayani Bebas dari Korupsi" sebagai ajakan bagi seluruh masyarakat untuk menjaga integritas dan menolak segala bentuk gratifikasi.


"Kami memuji kualitas pelaksanaan senam yang sangat rapi, kompak, dan memiliki harmonisasi yang luar biasa. Kami juga mencatat bahwa Gunungkidul merupakan daerah yang sangat produktif dalam menciptakan rekor. Sebelumnya telah ada sembilan rekor lain yang tercatat, termasuk lima rekor yang diprakarsai oleh Bupati Sepuh, Hj. Badingah, seperti sajian makanan gatot terbanyak dan membatik lintas generasi," kata Senior Representatif MURI, Ari Andriani

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!