Ribuan Pemilih Pemula Belum Punya KTP,
Dukcapil Gunungkidul Layani Langsung di Sekolah

Lainsisi.com--Pada pesta demokrasi yang akan segera digelar pada Februari mendatang, tercatat ribuan pemilih pemula di Gunungkidul belum mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.
Para pemilih pemula ini adalah para siswa yang masih belajar di Sekolah Menengah Atas yang sudah cukup usia dan mempunyai hak pilih.
Dari data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gunungkidul, saat ini hingga menjelang Pemilu tanggal 14 Februari besok ada sekitar tiga ribu siswa yang sudah berhak mendapatkan KTP.
"Kami upayakan maksimal dengan aksi jemput bola. Kami datang langsung dan melakukan perekaman E KTP di sekolah-sekolah," kata Markus Tri, Kepala Dinas Disdukcapil Gunungkidul, Senin. (15/1/2024)
Menurut Markus, pada periode Januari hingga Februari ini saja sudah terdapat 749 siswa yang sudah mencapai umur 17 tahun. Selain itu ada 2885 siswa yang di tanggal 14 Februari mendatang sudah genap 17 tahun.
"Artinya, mereka sudah punya hak mendapat KTP dan mempunyai hak pilih dalam Pemilu," terangnya
Ia melanjutkan, aksi jemput bola ini memang sebagai sebuah upaya agar para pemilih pemula dapat menyalurkan hak pilihnya pada kontestasi pesta demokrasi.
Hal ini juga tentu memudahkan para siswa dalam pengurusan E KTP. Siswa tidak perlu lagi repot atau ijin ke sekolah untuk mengurus dokumen kependudukan mereka.
"Setelah perekaman selesai, kami juga akan menyalurkan langsung KTP siswa yang sudah jadi melalui sekolah mereka masing-masing. Jadi para siswa tidak harus repot mengurus di kantor Dukcapil," imbuh Markus.
Lebih lanjut, Markus menyatakan bahwa aksi jemput bola ini adalah upaya dari Dukcapil Gunungkidul untuk memaksimalkan hak pemilih pemula dan mensukseskan Pemilu mendatang.
"Kami akan terus menggencarkan program ini, agar seluruh siswa yang sudah terdaftar dan memenuhi syarat bisa menggunakan hak pilihnya di Pemilu mendatang," pungkas Markus.
Aksi jemput bola yang dilakukan oleh Disdukcapil ini mendapat sambutan positif dari siswa dan pihak sekolah.
"Tentu kami senang, mengurus KTP tidak perlu ijin ke sekolah, antri dan repot. Dan di Pemilu besok, kami sudah bisa menentukan pilihan," kata Rauchita Nonika, siswa kelas 12 setelah perekaman E KTP di sekolahnya.
