Perenungan Natal, Damai Sejahtera Untuk Alam Semesta

Lainsisi.com--Sejak kecil, sebagai keluarga umat Kristiani, setiap tahun saya selalu ikut merayakan Natal. Perayaan kelahiran Yesus Kristus yang saya pahami sebagai pembawa pesan damai bagi seluruh umat manusia.
Seperti tahun kemarin, saya merayakan Natal di gereja yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah. "Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi' adalah tema Natal 2023 Gereja Kristen Jawa (GKJ) Paliyan Pepanthan Kalongan. Sebuah gereja kecil tempat saya dan keluarga terbiasa merayakan Natal bersama.
Sepulang mengikuti prosesi Natal, ada yang berbeda dengan perenungan saya di perayaan tahun 2023 ini.
"Perayaan Natal bukan hanya tentang merayakan kelahiran Yesus, tetapi juga tentang bagaimana kita sebagai umat Kristiani dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar." sebut Pendeta Yusak Sumardiko dalam kotbah yang ia sampaikan.
Kalimat itu saya rasakan biasa dalam setiap kotbah Natal. Tapi entah mengapa sekarang begitu menggelitik pemikiran saya. Tahun 2023 ini berbagai kejadian dan keadaan yang sedang terjadi membuat saya tiba-tiba merenungkan kalimat dari Pendeta Yusak.
Konflik antar manusia dan isu perubahan iklim akibat kerusakan lingkungan terus membayangi tumbuh kembang peradaban manusia sekarang. Mundurnya musim hujan akibat anomali cuaca yang sekarang terjadi adalah kenyataan yang harus dihadapi oleh para petani. Dan karena saya hidup di desa, keluhan tentang keadaan ini hampir setiap hari saya dengar dari tetangga-tetangga yang mayoritas petani.
Melihat keadaan yang sedang terjadi, kiranya menjadi realitas yang harus dihadapi. Momen Natal tahun ini sungguh sangat membekas di hati dan pikiran saya.
Seperti kata Pendeta Yusak bahwa semangat Natal harus menggerakkan umat Kristiani untuk aktif dalam menciptakan kehidupan yang damai dan mengedepankan semangat damai sejahtera. Damai yang saya pahami bukan hanya kedamaian antar manusia, tapi juga manusia dengan alam serta entitas hidup lain sebagai unsur atau komponen pembangun kehidupan secara universal.
GKJ Paliyan berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan yang memperkuat iman dan nilai-nilai kehidupan yang berdampingan secara harmonis.
Saya juga sempat merekam apa yang disampaikan Suyanto, Kepala Desa Dengok Pak Lurah yang hadir sekaligus memberikan sambutan menyampaikan betapa pentingnya keadaan yang damai sejahtera. Bukan hanya dalam hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dalam hubungan antar warga dan alam sekitarnya.
Hikmah Natal tahun ini sangat banyak yang saya endapkan. Sampai pada satu pertanyaan, apa yang bisa saya lakukan sesuai kapasitas untuk ikut berbuat sesuatu agar kedamaian dan kesejahteraan meliputi seluruh makhluk hidup di muka bumi.
Atau paling tidak ada pengaruh terhadap diri saya sendiri, keluarga dan lingkungan. Perayaan ini sungguh menjadi momentum bagi jemaat GKJ Paliyan untuk merenung, bersyukur, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama dalam semangat damai sejahtera.
