Syarat Serabi Kocor Djong Katong, Warga Jalan Kaki Mengambil Air Suci Sejauh 50 Kilometer

Edi Padmo
0
Syarat Serabi Kocor Djong Katong, Warga Jalan Kaki Mengambil Air Suci Sejauh 50 Kilometer



Budaya(lainsisi.com)--Ratusan warga berkumpul di lokasi Petilasan Kyai Djong Katong, yang terletak di Padukuhan Munggi, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul, Jumat, 23 Februari 2024 sore

Sebentar-sebentar mereka menolehkan kepala ke arah jalan desa di sebelah utara petilasan. Sepertinya ada yang dinanti oleh warga yang berkumpul dari jam 3 sore

"Pun dugi Bejiharjo, paling nggih sejam malih (sudah sampai Bejiharjo, kira-kira ya satu jam lagi)," begitu laporan dua orang pemuda yang baru datang berboncengan sepeda motor kepada para tetua dusun yang duduk di gelaran tikar. 

Dua pemuda ini rupanya bertugas untuk memantau perjalanan dua warga yang bertugas untuk mengambil air suci di Belik Katongan wilayah Kapanewon Nglipar, Gunungkidul. Ternyata, dua warga inilah yang ditunggu kedatangannya, karena air suci yang mereka bawa akan digunakan untuk memulai ritual adat Nyadran Serabi Kocor di Petilasan Djong Katong

"Dua warga kami, yakni Rismiyadi dan Jarwanto diutus untuk 'laku prihatin' mengambil air di Belik Katongan. Mereka berangkat malam Jum'at lepas tengah malam. Syaratnya memang harus jalan kaki pulang pergi" kata Indra Wahyudi, Dukuh Padukuhan Munggi

Air suci yang mereka bawa, dipercaya sebagai salah satu syarat utama dalam ritual adat Serabi Kocor Petilasan Djong Katong. Upacara ini digelar sebagai sarana meminta hujan karena tanaman pertanian warga saat ini kekurangan air

"Curah hujan tahun ini memang kurang. Padahal, tanaman padi keadaannya sangat membutuhkan air. Akhirnya, atas permintaan warga, upacara adat Serabi Kocor meminta hujan Petilasan Djong Katong dilaksanakan," lanjutnya

Prosesi upacara adat dimulai sejak hari Kamis siang, dimana warga dua dusun yakni Munggi dan Wareng melakukan kerja bakti membersihkan area Petilasan Eyang Djong Katong. Dilanjutkan dengan mujahadah doa bersama di masjid. 

Pada malam Jumat, selepas tengah malam, dua warga yang menjadi utusan mengambil air berangkat dengan dilepas oleh para tetua dusun. Warga yang lain kemudian meneruskan 'tirakatan' di lokasi petilasan sampai menjelang pagi

Kepercayaan yang selama ini diamini warga, salah satu syarat ritual yang harus dilakukan saat menggelar Nyadran Serabi Kocor Djong Katong adalah mengambil air dari Belik Katongan yang berada di wilayah Kapanewon Nglipar. Jaraknya terbilang tidak dekat. Utusan yang bertugas mengambil air suci ini harus menempuh perjalanan hampir 50 kilometer pulang pergi

"Namanya saja 'laku prihatin', ya memang harus jalan kaki, tidak boleh menaiki kendaraan. Itupun dalam perjalanan tidak boleh berhenti atau mampir, syarat dari  Eyang Djong Katong memang seperti itu," lanjut Dukuh

Ia menyebut, terakhir melakukan upacara adat Nyadran Serabi Kocor yakni tahun 2006. Kejadiannya sama, yakni kebutuhan hujan bagi lahan pertanian warga yang waktu itu kekurangan air

Beberapa kejadian aneh juga sempat diceritakan Pak Dukuh. Pernah katanya, duta atau utusan yang bertugas mengambil air dalam perjalanan pulang berhenti mampir di suatu tempat. Entah kenapa tempat air yang dibawa tiba-tiba tumpah. Konon cerita, hujan segera turun ditempat para utusan ini berhenti

"Pernah juga utusan yang mengambil air pulangnya ngojek, ya..akhirnya permohonan meminta hujan tidak dikabulkan," cerita Pak Dukuh sambil tertawa 


Kenapa harus mengambil air di Belik Katongan yang begitu jauh dari wilayah Semanu? Dalam hal ini, 
Sumaryanta, Ketua Desa Budaya Kalurahan Semanu menceritakan sejarahnya. Cerita tutur yang diyakini masyarakat, Eyang Djong Katong adalah salah satu putra dari Prabu Brawijaya dari Kerajaan Majapahit

"Sewaktu Kerajaan Majapahit runtuh, ada dua putra Raja Brawijaya yang mengembara sampai wilayah Gunungkidul. Perjalanan mereka sampai di wilayah Katongan Nglipar. Disana mereka meninggalkan petilasan berupa Belik Katongan," cerita Sumaryanta

Ia melanjutkan, dua orang ini kemudian melanjutkan perjalanan ke arah selatan. Yang satu terus ke timur menuju wilayah Karangmojo yang akhirnya menjadi cerita asal muasal Kabupaten Gunungkidul, sementara Eyang Djong Katong memutuskan untuk tinggal di Munggi, Semanu

"Di sini, Eyang Djong Katong tinggal dan banyak menanam pohon kemranggi. Ini menjadi asal usul nama Padukuhan Munggi, yakni dari kata kemranggi," lanjutnya

Menurut Sumaryanta, cerita tutur yang dipercaya masyarakat, ditempat inilah Eyang Djong Katong kemudian 'moksa'. Namun, ia sempat meninggalkan pakaiannya yang sampai saat ini masih disimpan di balai padukuhan Munggi


Menjelang sore, sekitar pukul setengah lima, dua utusan sudah sampai di tempat upacara adat Serabi Kocor. Kedatangan mereka kemudian disambut oleh warga. Tetua dusun dan perangkat desa segera bersalaman menghampiri mereka. Air suci yang dibawa kemudian diserahkan ke ketua adat  dengan prosesi 'tinampi' atau serah terima

Setelah didoakan, sebagian air kemudian dicampur dengan 'dawet' atau minuman dan makanan serabi kocor dalam wadah tanah liat yang sebelumnya telah disiapkan. Sebagian yang lain kemudian disiramkan ke pohon resan di petilasan dan disiramkan keliling lokasi 

Setelah prosesi selesai, warga yang berkumpul kemudian secara beramai ramai kemudian berebut minum air dawet dan serabi kocor  yang telah didoakan

"Nderek ngalap berkah nggih Eyang, mugi gek enggal jawah, taneman pantun kula saget panen (ikut mencari berkah ya Eyang, semoga tanaman padi saya bisa panen)," begitu kata seorang simbah putri  setelah meminum dawet hasil rebutan dengan warga lain

Entah kebetulan atau sebuah keajaiban, sehari setelah diadakan upacara adat Serabi Kocor meminta hujan, hari ini, Sabtu 24 Februari 2024 hujan mengguyur wilayah Gunungkidul. Bahkan, di wilayah Kapanewon Semanu hujan turun dengan sangat deras, hingga air meluap sampai banjir menggenangi jalan

"Alhamdulillah, Tuhan mengabulkan doa kami. Semoga hujan menjadi berkah," begitu kata teman dari semanu 




Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!