Pemerintahan(lain-sisi.com) – Harapan masyarakat terhadap perbaikan jalan utama di wilayah Kapanewon Playen, Gunungkidul akhirnya terpenuhi. Poros jalan yang menghubungkan beberapa wilayah kalurahan ini memang mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan, warga sempat melakukan aksi dengan menanam pohon pisang di sejumlah titik sebagai bentuk protes
Pada Sabtu kemarin, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meresmikan hasil rekonstruksi ruas jalan Playen hingga Simpang Tiga Gembol, Kalurahan Banyusoca setelah hampir dua bulan dikerjakan
Lurah Banyusoca, Damani, mengaku peresmian tersebut menandai berakhirnya penantian panjang masyarakat selama puluhan tahun akan akses jalan yang layak di wilayahnya.
"Sebelumnya memang rusak parah hingga ditanami pohon pisang oleh warga sebagai bentuk protes," kata Damani
"Ruas jalan ini merupakan jalur alternatif tengah peninggalan zaman Belanda yang sangat efisien. Jalur ini menghubungkan Gunungkidul dengan daerah Bantul dengan jarak tempuh lebih singkat," imbuhnya lagi
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto menyatakan bahwa
Proyek ini didanai melalui APBD Perubahan Tahun 2025
"Nilai kontraknya sebesar Rp 3 miliyar," kata Rakhmadian
"Untuk pekerjaan dilaksanakan oleh CV Agaputra dengan konsultan pengawas CV Citra Matra ini diselesaikan dalam waktu 58 hari kalender, terhitung sejak 27 Oktober hingga 23 Desember 2025" lanjutnya
Rakhmadian juga merinci, total penanganan jalan mencakup panjang kurang lebih 1.780 meter yang terbagi dalam tiga segmen utama yakni segmen Playen, meliputi pembangunan saluran drainase (3,5 m), talut (62 m), patok pengarah, dan pelapisan aspal panas di titik-titik tertentu sepanjang 730 meter. Kemudian segmen Bleberan, mencakup drainase, pengaspalan, dan marka jalan. Terakhir segmen Banyusoco, berfokus di area SD Banyusoco dengan talut (145 m), drainase (20 m), pengaspalan sepanjang 750 meter, serta pemasangan marka jalan dan 242 patok pengarah.
Dalam sambutan peresmian, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan adalah urat nadi pembangunan daerah yang berkaitan langsung dengan mobilitas warga serta akses pendidikan, kesehatan, dan distribusi hasil pertanian.
"Untuk seluruh masyarakat agar ikut menjaga jalan dan tidak merusak aspal. Terutama pemasangan pipa pralon yang tanpa koordinasi dan jangan untuk kebut-kebutan." pesan Bupati.
Bupati juga menekankan bahwa membangun jalan di wilayah pelosok ibarat membuka sumbat pada saluran air.
"Ketika sumbat tersebut hilang (jalan diperbaiki), maka aliran ekonomi, akses pendidikan, dan pelayanan kesehatan dapat mengalir dengan lancar tanpa hambatan ke seluruh lapisan masyarakat," harapnya