Kesehatan(lainsisi.com)--Kasus antraks yang terjadi di Kapanewon Gedangsari beberapa waktu lalu, sampai saat ini terus ditangani secara intens untuk mencegah penyebarannya
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Gunungkidul telah melakukan vaksinasi yang menyasar sebanyak 897 hewan ternak di Kapanewon Gedangsari pada Jumat (22/3/2024) lalu. Vaksinasi dilakukan 12 hari setelah pemberian antibiotik
"Vaksinasi sudah kami lakukan pada dua lokasi yakni Dusun Kayoman dan Wangon Kalurahan Serut, Gedangsari," kata Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari saat dikonfirmasi media, Rabu (27/3/2024)
Ia melanjutkan, dua lokasi ini dipilih sebab Dusun Kayoman menjadi titik awal penemuan antraks, sehingga masuk dalam zona merah. Sedangkan, Dusun Wangon merupakan lokasi terdekat dari Dusun Kayoman dan masuk dalam ring dua.
"Nantinya vaksinasi akan dilanjutkan hingga ke desa sebelahnya, sampai sample di Dusun Kayoman negatif," lanjutnya.
Dari jumlah tersebut, Wibawanti merinci, di Dusun Kayoman sebanyak 134 sapi dan 299 kambing yang divaksin. Sedangkan, di Dusun Wangon sebanyak 158 sapi, 304 kambing, dan 2 domba.
"Untuk temuan baru kasus antraks sampai saat ini belum ada laporan," imbuh Wibawanti
Untuk penularan antraks ke manusia, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Sidig Hery Sukoco mengatakan, pihaknya mengirimkan sebanyak 53 sampel warga yang diperiksa di Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta,
"Ada 17 warga di Dusun Kayoman, Kalurahan Serut, Gedangsari, Gunungkidul terindentifikasi suspek antraks," kata Sidiq
Dari 17 orang tersebut, lanjutnya, dua orang sempat dirawat inap dan satu dirawat jalan
"Yang rawat jalan mendapat pengobatan dari Puskesmas, sementara yang rawat inap, kondisinya sudah semakin sehat," terangnya