Ragam Sinonim Kosa Kata Bahasa Jawa Berkaitan Dengan Mulut

LainSisi
0
Serba-Serbi(lainsisi.com)--Perbendaharaan kosa kata Bahasa Jawa dikenal sangat kaya dan beragam. Satu buah kata benda, kata kerja atau sifat bisa diucapkan dengan berbagai sinonim oleh orang Jawa. 

Bahkan, sebutan itu akan spesifik mengacu pada ciri atau sifat yang dimaksud. Sebutan ini juga bisa berbeda pada setiap desa atau daerah, meski yang dimaksud sama

Beberapa waktu lalu, lainsisi.com pernah mengulas jenis ragam sinonim untuk kata bau atau aroma menurut kosa kata Bahasa Jawa. 
Berikut kita akan bahas ragam kosa kata yang berkaitan dengan 'bolongan' atau lubang mulut

Beberapa kata-kata ini memang sering dikonotasikan negatif atau kasar, untuk 'nggarapi, ngece, ngenyek (mengolok-olok/menghina). Atau juga sering digunakan 'guyon' (candaan) sampai untuk mengumpat seseorang. Bisa juga dikatakan sebagai sebuah ungkapan majas hiperbola dalam menggambarkan sesuatu

Memang sekarang, ragam sinonim kosa kata ini sudah jarang diucapkan, tetapi tetap merupakan kekayaan perbendaharaan Bahasa Jawa, yang harus dilestarikan atau paling tidak, tahu artinya agar tidak hilang dan dilupakan

*Mlecor*
Kata 'mlecor' mengacu pada sebuah bentuk lubang yang mengerucut. Konotasinya bisa lubang mulut (bibir) yang dibuat manyun sedemikian rupa hingga membentuk lubang kerucut. Anehnya, kata 'mlecor' juga sering digunakan untuk menyebut buah 'asem landha' (asam belanda) yang matang dan pecah kulitnya

"Nek omongan lambene ngasi mlecor (kalau bicara, bibirnya manyun sampai kerucut),"

"Woh asem neng pinggir kali kae wis da mateng, mlecor-mlecor (buah asem di pinggir sungai itu sudah mateng, mlecor-mlecor)," 

*Nylepor*
Ungkapan ini biasanya digunakan untuk mengolok orang yang suka 'ngember' , banyak omong dan suaranya keras

"Cangkem ki nak nylepor, suarane mbrebeki uwong (mulutnya 'nylepor' kalau omong berisik)

*Njebret*
Kata 'njebret' digunakan untuk menggambarkan bentuk lubang yang tepinya tidak beraturan. Ungkapan ini juga sering digunakan untuk menyebut orang yang asal ngomong atau cerewet

"Nek omongan lambene ngasi njebret, gur ngapusi kae (kalau omongan mulutnya sampai 'njebret', cuma berbohong dia)",

*Njeplak*
Sinonim kata 'njeplak' digunakan untuk menyebut lubang mulut/bibir seseorang yang asal bicara dan cenderung menghasut. Kata ini digunakan untuk mengumpat seseorang yang lain, ketika si pengumpat tidak terima terhadap omongannya

"Cangkemu ki nak muni aja waton njeplak, fitnah kui jenenge (mulutmu kalau omong jangan asal 'njeplak', fitnah itu namanya)

*Nylongop*
Kata 'nylongop' digunakan untuk mengolok orang yang lubang mulutnya terbuka. Biasanya hal ini terjadi ketika orang tersebut melihat sesuatu yang luar biasa sehingga tertegun terheran-heran. Atau bisa juga digunakan untuk mengolok orang yang kalau tidur posisi mulutnya terbuka

"Woo lha cah gumunan, le ngematke ngasi nylongop (woo lha orang gampang heran, kalau melihat mulutnya sampai terbuka)

"Nek turu ki aja karo nylongop, ndak kelebon laler (kalau tidur jangan sambil membuka mulut, nanti kemasukan lalat)",

*Nylengep*
Hampir sama dengan kata 'nylongop', konotasi 'nylengep' lebih untuk menyebut orang yang membuka mulut dalam bentuk yang lebih sempit. 'Nylengep' juga sering dikaitkan dengan hal-hal yang lucu. Bisa juga digunakan untuk menyebut orang yang rugi/tertipu dan tidak dapat apa-apa

"Direwangi njungkel njempalik, jebul gur nylengep (dibelain sampai mati-matian akhirnya tidak dapat apa-apa)

*Mecucu*
Kata 'mecucu' berkonotasi menyebut posisi bibir orang yang manyun. Biasanya ia merasa tersinggung, kecewa atau marah tapi tidak bisa meluapkannya. Keadaan menahan berbagai perasaan ini membuat orang yang mengalaminya sampai tidak bisa berkata-kata

"Lambene ngasi mecucu, wonge bingung rep ngomong apa (bibirnya sampai manyun, bingung orangnya mau omong apa),"

*Nyengar*
Kata 'nyengar' menggambarkan posisi mulut yang terbuka lebar. Ini juga sering digunakan untuk menyebut orang yang cerewet dan bersuara keras

"Lambene nak omongan ngasi nyengar, rumangsane omongane wis paling bener (mulutnya kalau omong sampai 'nyengar', dikira omongannya sudah paling benar),"

*Nyengir*
Kata 'nyengir' digunakan untuk menggambarkan bibir seseorang yang sedang tersenyum kecut. Ia merasa telah berbuat salah yang membuat orang lain kemungkinan bisa marah. 

"Nek diomongi wong tua malah nyengir, awas sesuk nek dibaleni (kalau diomongi orang tua malah "nyengir', awas kalau besok diulangi),"

*Mbethem*
Kata 'mbethem' digunakan untuk menggambarkan posisi seseorang yang sedang kecewa tetapi ditahan. 

"Genah gela kae, langsung mulih lambene mbethem (jelas kecewa dia, langsung pulang bibirnya 'mbethem'),"

*Njedir*
'Njedir' hampir sama dengan 'nyengir' tapi berkonotasi menghina atau menyepelekan orang lain atau lawan bicaranya

"Le maido lambene ngasi njedir (kalau membantah mulutnya sampai 'njedir'),"

*Nyemer*
Kata 'nyemer' digunakan untuk menyebut bentuk bibir yang lebar. Bisa juga digunakan untuk menyebut orang yang suka membantah atau menyepelekan  orang lain

"Lambene nyemer, ngece nek karo wong liya (bibirnya 'nyemer', menghina kalau sama orang lain),"

Demikian sebagian sinonim kosa kata bahasa Jawa untuk menyebut mulut, bibir atau omongan seseorang. Di Gunungkidul, kata-kata tadi bisa dikatakan sebagai bahasa pinggiran dan berkonotasi kasar. Mungkin di daerah lain, penyebutannya beda walau yang dimaksudkan sama.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!